someone like you

30 Jun 2011

baiklah..

Kalo kata mamah itu hari rabu kemaren semuanya bisa terbaca. jadi enggak usah repot-repot bohong. Ia baik saya mengerti. dan untuk urusan hari ini dan yang kemarin-kemarin itu, anggap saja saya sedang iseng. Maap jika saya sudah bertindak bodoh -.-" itu benar-benar tidak sengaja.

28 Jun 2011

Jingga

Semburat Jingga mewarnai sore hari yang cerah. Di trotoar, di bawah temaram lampu jalan, aku menunggu dia. Cobalah mengerti bahwa aku hanya ingin menikmati hembusan angin saat aku berlari. Bukan karena berlari untuk mengejar mereka saat aku mulai ditinggalkan. Aku hanya ingin mengukur dalamnya sungai saat aku berenang, bukan untuk menghilangkan penat karena panas hari ini.
Dia datang dari kejauhan, bersama senja yang semakin meredup. sekali lagi aku melihat senyumnya. berbeda dengan kemarin. Tanpa wajah sendu dan bingung. Terimakasih sudah datang, walaupun aku lebih menyukai senyum ramah kemarin sore, aku berjanji akan menyimpan bilur itu hanya untukku saja.

27 Jun 2011

Feel

Sore kemarin di teras depan, kamu menatap aku bilur. Mengisyaratkan cinta dan iba yang membaur menjadi perasaan yang sangat sulit aku jelaskan.
"did i make you sad?"
aku hanya tersenyum sedih mendengar pertanyaan itu. "Can't you see??look my face, into my eyes, can't you understand what i feel?"
"Yakin, mau langsung aku pulang?"
Aku mengangguk pasrah, karena hari ini aku rasa sudah tinggak sanggup lagi menahan semua bilur ini. Ada yang ingin aku sampaikan kepadanya. Ada, dan mungkin sangat banyak. Tapi saat ini, mulutku tidak mampu lagi mengucapkan sepatah katapun. Otakku tumpul untuk menterjemahkan segala bahasa untuk mengungkapkan isi hati. Yang tahu sekarang hanyalah perasaan.
Bisakah kau memahami aku hanya dengan menatap wajahku? 
"Sorry, we can talk it. i prommise i'll be there, next to you."
"Magrib...Cepet pulang." Hanya kata itu yang akhirnya keluar dari mulutku. Dengan sedikit ketidakrelaan membiarkan dia pergi tanpa sempat mengucapkan apapun.
Dan lalu, dia mengecup keningku sambil menyunggingkan senyuman ramah yang sangat aku sukai.
"Assalamualaikum..."
Dia pun pergi bersama angin.