someone like you

26 Agu 2011

Libur..Libur..Libur

Awal puasa --> Merencanakan apa saja yang akan dilakukan waktu libur lebaran tiba.

Minggu kedua puasa --> Mulai merasa "ENGGAK banget siiiih puasa taun ini" (-_-")

Minggu ketiga puasa --> Sudah mulai terbiasa dengan semua suasana "BULAN PUASA" ini

Minggu terakhir puasa --> oohh.... sabar Ayu Libur itu pasti datang.

Hari ini --> Hooooorraaaaayyyyy.............Malam ini aku bisa BEBAS!!!!!!!!

Happy holiday teman-teman :) keep your spirit and smile until the holly day come. Whatever you do where ever you are, i wish it will be the best way that will come. Hope we will get the best moment in this vacation. Sempurnakanlah kebahagiaan ku di idul fitri ini ya rabb....amien :)

20 Agu 2011

Malu

Kadang kita merasa malu. Biasanya perasaan ini muncul ketika ada suatu hal atau perbuatan kita yang tidak ingin diketahui oleh orang lain tapi kita tahu bahwa ada orang lain yang mengetahui sesuatu atau tindakan kita itu. Apakah ini definisi malu yang di maksud oleh islam?
Malu dalam islam adalah akhlak mulia yang mencegah seseorang dari perbuatan yang haram dan mungkar. Nabi Rasulullah Saw. bersabda "Malu itu sebagian dari iman."
Tapi sekarang ini kita dihadapkan pada suatu paradigma dimana kita sering keliru dalam menempatkan kata malu. Enggak datang ke acara ulang tahun teman kita merasa malu. Enggak ikutan jalan bareng mereka kita merasa malu. Enggak pake barang-barang yang mereka pake kita merasa malu. Tapi justru Melalaikan kewajiban yang sudah diamanatkan kita enggak merasa malu. Mengkhianati janji dan tanggungjawab enggak merasa malu. kita yang keliru meletakkan rasa malu atau memang rasa malu itu sudah hilang samasekali dari diri kita? Semoga saja yang terjadi saat ini adalah bukan hilangnya rasa malu, tapi acuhnya kita dengan perasaan hati dan pikiran kita. Untuk itu mulai saat ini mari kita jujur pada diri kita sendiri dengan memperbanyak renungan dan mendengarkan kata hati. Semoga kita termasuk hambanya yang senantiasa ingin berubah menjadi lebih baik lagi.

19 Agu 2011

at that moment


Dia datang sedikit terlambat sepertinya. Dari luar jendela angin menghantarkan bau tanah yang tersapu rintik gerimis. Suasana kota bandung hari ini sangat abu-abu karena hujan yang tak juga reda. Entah kenapa aku selalu menyukai momen-momen saat hujan turun seperti ini. Ada memori tertentu ketika hujan. Jadi aku putuskan untuk tetap membuka jendela kamarnya dan menikmati aroma yang ditinggalkan hujan. Walaupun angin yang masuk cukup untuk membuat aku menggigil kedinginan, tapi aku sangat menikmatinya.
Aku masih duduk mematung di depan laptop, bisa jadi sudah berjam-jam. bahkan kamarnya pun sudah menjadi sangat familiar sekarang. setelah sering menghabiskan sebagian besar waktu ku yang begitu kosong di sini. Menunggunya pulang seperti melewatkan tahun-tahun tanpa cahaya. Begitu gelap dan kosong...
Tapi kedatangannya baru saja membawa suatu kelegaan yang lain. Dengan kelambanan yang alami dia menjatuhkan kepalanya di bantal yang aku peluk untuk menopang sikut diatas pangkuanku. Bisa aku rasakan rambutnya yang basah dan wajahnya yang lengket karena hujan. Begitu tenang menatap wajahnya yang terpejam. Wajahnya bergeser ke samping. Hidungnya menelusuri perutku. Salah satu sisi wajahnya menempel di dada ku, mendengarkan detak jantung ku. Hanya diam.... Diam dan terpejam. Lama kami 'berbicara' dalam kebisuan ini. Lalu dengan hati-hati aku belai pipinya, ku usap lembut kelopak matanya. Dia melingkarkan tangannya memeluk pinggang ku. Dengan sangat pelan ku condongkan tubuhku mencium keningnya. Dia bergerak...... Matanya tidak terpejam kali ini. Rasanya begitu manusiawi saat bibir ku menyentuh bibirnya yang hangat. Dia menatap ku, dan kami tersenyum :)
i love that rain, i love bandung, i love that moment. .I love you at that time.